Skip to main content
Intended for healthcare professionals
Restricted access
Research article
First published online February 6, 2023

Christian Migrants and Their Living Faith in Mission: An Indonesian Perspective

Abstract

The main problem highlighted in this essay is the challenges being faced by Christian migrants in Indonesia. They are expected to succeed in overcoming the cross-cultural problems within their Christian communities, and externally to take part in building a fellowship beyond their own groups. Indonesia's multireligious and multicultural landscape has suffered in the past few decades from the politics of identity. The Christian migrants have also been affected by this. Whilst they need support in formulating afresh their Christian identity, they also require a broader intercultural mindset. Through observations, focus group discussions and literature reviews, the paper tries to formulate the role Christian migrants can explore in their cross-cultural contexts. The basic position it takes is that the Catholic migrants (a case in this paper) are also agents of mission and that migration is to some extent a process of building bridges among diverse peoples in society. The paper argues that there is a need for the migrants to be equipped with intercultural competencies and interreligious spirituality.

Get full access to this article

View all access and purchase options for this article.

References

Affan H (2021) “HUT RI: Siapa Manusia Indonesia? ‘Tidak Ada Pribumi atau Non-Pri, Kita Semua Pendatang’.” BBC News Indonesia (August 15).
Astuti VYd, Farida R, Supriyanto S (2015) Perkembangan Agama Katolik di Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1950-1980. Jurnal Criksetra 4/8(August): 157–164.
Aswan H (1995) Proses dan Strategi Adaptasi Warga Masyarakat Transmigran di Desa Makarti Jaya Sumatera Selatan. Jakarta: Eka Putra.
Baba J (2012) Etnisitas, Hubungan Sosial dan Konflik di Kalimantan Barat. Jurnal Masyarakat dan Budaya 14/1: 31–52. https://doi.org/10.14203/jmb.v14i1.86.
Bahar S (1996) Integrasi Nasional: Teori, Masalah dan Strategi. Jakarta: Ghalia.
Bandiyono S (2008) Relevansi karya penelitian migrasi dalam pembangunan. Jurnal Kependudukan Indonesia 3/1: 21–36.
Brahmandika L (2022) “Peran Umat Transmigran dalam Pengembangan Iman Katolik di Paroki Metro, Keuskupan Tanjungkarang.” Unpublished paper. Malang.
Budianto A (2020) Ketegangan Sosial di Lampung Akibat Program Transmigrasi di Era 1950an. Jurnal Candi 20/1/XI(Maret): 18–31.
Budianto A, Hasanah U, Mustofa MB (2021) Transmigrasi Lokal di Lampung: varian Kebijakan Perpindahan Penduduk di Indonesia. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities 2/1(June): 1–81.
Cruz G (2013) A new way of being Christian: the contribution of migrants to the church. In: Padilla E, Phan PC (eds) Contemporary issues of migration and theology. New York: Palgrave Macmillan, 95–121.
Dominggus HA (2022) “Implikasi Pembaptisan sebagai Panggilan kepada Misi dalam Karya dan Pelayanan Para Guru dari Flores di Stasi Semangkok, Paroki Mendalam, Keuskupan Sintang – Bercermin pada Model Misi Gereja Bahari.” Unpublished paper. Malang.
Francis P (2019) Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium on The Proclamation of The Gospel in Today’s World. https://www.vatican.va/content/dam/francesco/pdf/apost_exhortations/documents/papa-francesco_esortazione-ap_20131124_evangelii-gaudium_en.pdf.
Frank A (2004) Proses mobilitas dan strategi adaptasi orang Tanimbar di kota Jayapura, Propinsi Papua. Humaniora 16/2(June): 168–176.
Haboddin M (2012) “Menguatnya Politik Identitas di Ranahl Lokal.” https://doi.org/10.18196/jgp.2012.0007.
Hanciles JJ (2003) Migration and mission: some implications for the twenty-first-century church. International Bulletin of Missionary Research 27/4: 146–153.
Hanciles JJ (2013) Migrants as missionaries, missionaries as outsiders: reflections on African christian presence in western societies. Mission Studies 30: 64–85. https://doi.org/10.1163/15733831-12341258.
Harjosusanto YdP, Wiyanto E (2011) Jejak langkah Keuskupan Tanjung Selor. Yogyakarta: Kanisius.
Hendraswati, Dalle J, Jamalie Z (2017) Diaspora dan Ketahanan Budaya Orang Budis di Pagatan Tanah Bumbu. Yogyakarta: Kepel Press.
Ismail HF (2012) Republik Bhinneka Tunggal Ika. Mengurai isu-isu konflik, multikulturalisme, agama dan sosial budaya. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama R.I.
Karina (2022) “Membela Bumi dan Martabat Manusia.” https://karina.or.id/2022/08/06/membela-bumi-dan-martabat-manusia/.
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (2015) Transmigrasi: masa doeloe, kini, dan harapan ke depan. Jakarta: Direktorat Jenderal Penyiapan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi.
Kesuma AI (2004) Migrasi dan Orang Bugis. Yogyakarta: Ombak.
Khusyairi JA, Latif A, Samidi (2016) 'Berlayar Menuju Pulau Dewata’ Migrasi Orang-orang Bugis-Makassar ke Bali Utara. Jurnal Masyarakat dan Budaya 18/1: 121–132.
Kotan DB (ed) (2022) Semangat Misioner Katekis. Yogyakarta: Kanisius.
Kristiyanto AE (2015) Seandainya Indonesia tanpa Katolik: Jalan Merawat Ingatan. Jakarta: Obor.
Levitt P (2002) “You Know, Abraham Was Really the First Immigrant. Religion and Transnational Migration.” https://www.researchgate.net/publication/227718824_You_Know_Abraham_Was_Really_the_First_Immigrant_Religion_and_Transnational_Migration.
Libbi AM, Antikowati, Soetidjono IR (2013) “Analisis Peraturan Daerah Berperspektif Syariah Islam di Indonesia Ditinjau dari Konsep Hak Asasi Manusia.” https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/57314/Ahmad%20Mudhar%20Libbi.pdf?sequence=1.
Londa GD (2022) Upahku Adalah Aku Boleh Mewartakan Kasih Tuhan Tanpa Upah. In: Boli Kotan D (eds) Semangat Misioner Katekis. Yogyakarta: Kanisius, 47–53.
Maarif AS (2009) Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah. Bandung: Mizan Media Utama.
Magezi C (2019) Migration, instrumental to accomplishing god’s redemptive purpose to humankind: perspectives from Ruth and Joshua. In Die Skriflig / In Luce Verbi 53(1): 1–13. https:// doi.org/10.4102/ids. v53i1.2462.
Mauludi S (2015) Penyerbukan Silang Antarbudaya. Membangun Manusia Indonesia. Jakarta: Yayasan Nabil.
Mirifika (2017) “4 Keuskupan kumpul bahas layanan pastoral bagi kaum migran dan perantau.” https://www.mirifica.net/2017/10/03/4-keuskupan-kumpul-bahas-layanan-pastoral-bagi-kaum-migran-dan-perantau/.
Nguyen vT (2013) Migrants as missionaries: the case of Priscilla and Aquila. Mission Studies 30: 194–207.
Padmo S (1999) Perpindahan penduduk dan ekonomi rakyat Jawa, 1900-1980. Humaniora 12(September-December): 56–66.
Pelly U (1999) Akar Kerusuhan Etnis di Indonesia: suatu Kajian Awal Konflik dan Disintegrasi Nasional di Era Reformasi. Antropologi Indonesia 58: 27–35.
Phan PC (2020) Christian Theology in the Age of Migration. Implications for World Christianity. Lexington Books.
Pohan HM, Izharivan Y (2017) Inside the Indonesian migration: A historical perspective. Jurnal Manajemen Maranatha 16(2): 133–212.
Putra ESI (2011) Elan vital orang Banjar di perantauan. Studi kasus migrasi dan adaptasi orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Gea 11/1(April): 102–112.
Putra I, Indraddin, Miko A (2021) Penolakan Komunitas Lokal terhadap Kedatangan Transmigran Suku Anak Dalam. Jurnal Antropologi: Isu-isu Sosial Budaya 23/2(December): 175–183. https://doi.org/10.25077/jantro.v23.n2.p175-183.2021.
Robinson K (2000) Ketegangan Antarsukubangsa, orang bugis, dan masalah ‘penjelasan’. Antropologi Indonesia 63: 44–52.
Rukmana A (2015) Penyerbukan Silang Antarbudaya: Membangun Manusia Indonesia. Jakarta: PT. Elex Media Kompatindo. 2015.
Sardjadidjaja R (2004) Transmigrasi, Pembauran dan Integrasi Nasional. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Self S, Rampino MR (2012) The 1963–1964 eruption of Agung volcano (Bali, Indonesia). Bulletin of Volcanology 70/5(March): 1–19.
Siong (2022) “Peran Gereja Transmigran di Paroki St Monfort Pir Butong, Keuskupan Palangka Raya Bagi Pewartaan Injil di Tengah Suku Dayak Bayan.” Unpublished paper. Malang.
Sukmawati AD (2016) 1969-2015: cerita Tiga Dekade Politik Perpindahan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Masyarakat & Budaya 18(3): 503–513.
Sular A (2022) Bertolak ke Tempat yang Dalam. In: Kotan DB (ed) Semangat Misioner Katekis. Yogyakarta: Kanisius, 193–200.
Sunarto I (2022) Bot-bote Ndherek Gusti. In: Kotan DB (ed) Semangat Misioner Katekis. Yogyakarta: Kanisius, Yogyakarta: Kanisius, 275–279.
Tan JY (2012) Migration in Asia and its missiological implications: insights from the migration theology of the Federation of Asians Bishops’ Conferences (FABC). Mission Studies 29(1): 45–61. https://doi.org/10.1163/157338312X638019.
Tirtosudarmo R (2009) “Mobility and Human Development in Indonesia.” https://mpra.ub.uni-muenchen.de/19201/1/MPRA_paper_19201.pdf.
Tribunpontianak (2015, 27 July) “Masyarakat Adat Landak Tolak Transmigrasi.” http://pontianak.tribunnews.com/2015/07/26/masyarakat-adat-landak-tolak-transmigrasi.
Tule P (2000) Religious conflicts and a culture of tolerance: paving the way for reconciliation in Indonesia. Antropologi Indonesia 63: 92–108.
van Thanh N (2013) Asia in motion: A biblical reflection on migration. Asian Christian Review 4(2): 18–31.
Vayda AP, Sahur A (1996) Bugis Settlers in East Kalimantan’s Kutai National Park. Their Past and Present and Some Possibilities for Their Future. Jakarta: Center for International Forestry Research.
Zuhro RS (2010) Kisruh Peraturan Daerah: Mengurai Masalah dan Solusinya. Yogyakarta: Ombak.

Biographies

Raymundus Sudhiarsa is a lecturer at the Widya Sasana School of Philosophy and Theology, Malang, Indonesia, holds a doctorate in Theology from Birmingham University, UK (2001) and a licentiate in Missiology from the Gregorian University, Rome (1991). His field of research and publication mainly on mission issues, contextual theology, interreligious dialogue.